Jumat, Februari 13

SistaDontCry

Sosok kecil dan kurus itu tengah berdiam diri di sudut kamarnya. Menenggelamkan pikirannya dalam bayang-bayang keluarga yang ia kira menyayanginya. Ia tak habis pikir, mengapa setiap perbuatan yang ia lakukan selalu salah di mata mereka. Kakaknya yang ia harap mengerti, ternyata tak banyak membantunya keluar dari perasaan yang menyiksa.

Ia diam. Ia berpikir. ‘Apa yang harus kuperbuat? Apakah aku salah ada di dunia ini? Karena aku tidak seperti adik dan kakakku? Ataukah ayah ibu tak menginginkanku?’ Ia sempat berpikir ingin enyah saja dari sini, melebur bersama bintang-bintang yang selalu diidamkan keberadaannya oleh semua orang.

Kasihan bocah itu. Ia tertekan namun ia diam. Ia tersiksa namun ia tabah. Ia terluka namun tetap tegar. Menjalani hari-hari seolah tak ada apa-apa. Seolah semua berjalan baik-baik saja, padahal segalanya kontras sekali dengan semua yang dirasakannya, ia tutupi dengan wajah yang selalu di pasang ceria, dengan wajah yang keras dan seolah mampu menghadapi semua. Namun ia tetap bocah kecil yang hatinya terluka. Yang pada dasarnya selalu ingin dicintai.

Ia bertanya, ‘apakah arti hidup?’
Namun pertanyaan itu tak kunjung terjawab. Hingga sekarang. Ataukah pertanyaan tersebut dimaksudkan untuk tidak di jawab? Hanya bocah kecil itu yang tahu. Bocah yang hatinya terluka namun tetap tegar.


::untuk adikku, semoga aku bisa membantumu…::

1 komentar:

blogojan mengatakan...

paradoks...

aku serasa menjadi gadis itu...