Minggu, Februari 8

SemangatMenulis

Sore itu, saya menemukan sebuah sobekan kertas. Saya pungut untuk tahu isinya karena dari jarak pandang saya sobekan tersebut terlihat menarik.

“Tips Gemar Menulis dan Alasan Mengapa Gemar Menulis Itu Penting”
Saya telusuri tulisan demi tulisan. Dan saya menyimpulkannya, menarik!

Dalam artikel tersebut, dikatakan bahwa rasa suka terhadap sesuatu merupakan prasyarat untuk keberhasilan di bidang apapun, termasuk menulis. Hanya orang yang gemar menulis saja yang akan menulis dengan sering dan dapat teliti terhadap hal yang mereka butuhkan. Melalui menulis secara mandiri, akan mengembangkan irama dan gaya pribadi mereka. Orang-orang yang belajar menulis mandiri akan tahu cara menulis dengan fokus, tajam dan jelas. Orang yang menyukai tulis menulis biasanya jarang menunda-nunda pekerjaan. Orang yang gemar menulis akan menjadi seorang yang lebih unggul dalam sesuatu. Dengan terampil menulis, seseorang akan memiliki cara yang
mudah untuk mengatasi trauma emosional. Penulis yang terampil memiliki keuntungan besar dalam bidang penulisan.

Saya teringat mata kuliah yang saya ambil saat semester satu. Kala itu, kesadaran menulis belum menghampiri saya. Berkali-kali dosen makul tersebut menekankan pada saya untuk setiap harinya menulis minimal 200kata, agar kita terbiasa menulis.

Dan setelah saya berkenalan dengan blog beberapa waktu lalu, saya menjadi semangat untuk menulis. Menuangkan apapun yang saya rasakan, walaupun masih seputar kehidupan pribadi. Suatu saat, kelak, di suatu masa mungkin saya bisa menulis dengan baik, mengenai segala hal. *terus berharap!*
Kini, saya mengerti, tujuan dosen makul yang saya ikuti yang berkali-kali menekankan "menulislah..menulislah..menulislah!" adalah baik. Ia mengajak kami untuk terampil menulis, karena banyak keuntungan yang di dapat dari menulis. Semoga tetap jaya!

Maya semangat nulis blog-nya!*support diri sendiri dalam hati…*




Ps: artikel di pungut di lantai rumah, pukul 18:17 WIB, penulis artikel Ida S.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

hmmm...
klo untuk terapi emosional sih ak nangkep banget ketika kta sedang gundah gulana dan sepertinya tak ada psikiater gratisan-tukang denger curhat. mungkin menulis bisa jdi alternatifnya...
nah tetapi ketika kita sadar akan kedahsyatan menulis. mari tulis saja, kapan lagi...

Ermaya mengatakan...

ok...ok...brotha...