Senin, Mei 4

Ketika

Orang itu, semacam senja menjelang kumandang kalam, menjemput petang dan perlahan tergantikan, ia tak bisa di gambarkan dengan memori cetak dalam album, ia tak suka dengan itu, ia hangat dan lembut, tapi berkedok masa bodoh dan acuh…

Permata lazuardi, biru indah itu melekat pada matanya. Sejuk menatapnya di antara kumpulan makhluk lain. Tiap geliatnya menajamkan indera penglihatan kabur ini. Bersamanya, rasanya begitu sempurna. Tak ingin ada akhir walau bermula dengan sederhana. Ya, cepat memang…

Entahlah. Sejenak kurenungkan ini, namun tertambat pada satu pikiran aneh
Tak pantas dan meragu,


When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it ok
I miss you

I've never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you, I love the things that you do


Hey, kau, atau apapun namamu… Mengingatmu bagai kidung senja tak berujung. Merinaikan makna puisi rindu yang teramat dalam. Berjalan ringkih di tengah rasa yang semakin menghujam. Tak cukup siap untuk menghadapi segala sesuatu yang mungkin terjadi,

Terseok oleh cemas membelukar,
When you’re gone…yang tak terbayangkan

1 komentar:

gusnov mengatakan...

romantis, puitis