Minggu, Agustus 30

Persembahan Untuk Gadis Cantik Berbaju Merah di Minggu Malam

Yaa, malam ini benar-benar malam yang melegakan.
Satu per satu cerita tak terungkap muncul ke permukaan.
Ternyata, yaa, memang skenario yang kita jalani tak selalu sama dengan harapan.
Aku baru sadar, dunia yang tengah kulalui sekarang ini kejam.
Namun belum bisa kukatakan sangat kejam.
Aku selalu bersiap untuk berkata, "Dunia ini SANGAT kejam..."
Mau tak mau aku harus siap.

Teman, tak kusangka, kau memahamiku daripada semua yang dekat denganku.
Terimakasih mengajarkanku untuk siap.
Terimakasih untuk malam yang bisa kulalui tanpa sesal.

Bisakah kita lalui malam selanjutnya?
Agar aku bisa belajar, bagaimana menghadapi hal dengan segala kesiapan yang matang.

4 komentar:

Angga Prawadika mengatakan...

Dunia memang keras, dan kita baru ada di awal jalan untuk benar-benar menyadarinya ...

Tapi selalu ada lentera yang namanya harapan dan teman kan? ^^

Ermaya mengatakan...

teman yang tak akan pernah disangka bisa mengerti kita :))

Harapan untuk sesuatu yang perlahan terlupa dalam buai waktu...

ridho dido mengatakan...

:-O
ampun deh,, dua orang dengan kemampuan olah kata diatas rata2 sedang berbicara,,aku diam saja ah >.<

Ermaya mengatakan...

idok ngopo e?hahaha...

ayo ke Banjar!*teteeepp*