Sabtu, Juli 2

H minus Satu

Hari ini sudah esok kemarin.

Sudah saatnya berpamitan, sebelum semua aktivitas teretas.

Sebelum matahari terbit dan senja mengintip.

Esok yang hari ini sudah kita habiskan bersama, tinggal lalui siangnya.

Kemudian esoknya aku sudah harus hadapi, mengabdi.


Selamat tinggal segala kenyamanan, aku yakin inilah titik nadir terindah, milik kita milik masa depan.


Kamu, baumu, pasti kurindu.

Tidak ada komentar: