Selasa, Juni 7

Sea

Rupanya aku belum puas dengan sapaan untukmu tadi. Izinkan untuk menulisimu kembali, aku masih rindu dengan dunia yang akhirnya bisa aku temui lagi. Dunia dimana hanya aku yang bisa berimajinasi. Hanya aku yang bisa tertawa sendiri dan membagi sedih disini.

Kamis esok ada rencana menuju pantai. Agenda yang hampir rutin dijalani, karena aku suka Nemo dan tempat tinggal menakjubkannya.

Sempat kecewa saat film Nemo hanya berhenti disitu saja, kenapa tak ada Finding Nemo II? Siapapun, kalau bersedia membuat animasi cantik dan menakjubkan lanjutan dari film Nemo, aku sangat berterimakasih. Kalaupun tidak, sebenarnya aku cukup terhibur dengan dongeng Nemo yang ada di buku cerita untuk anak-anak yang dibeli di Gramedia. Tapi, ceritanya sama saja, aku ingin tahu bagaimana Nemo besar melalui masa SMP dan SMAnya, atau saat Nemo menemukan kekasihnya, mungkin jelmaan mendiang Ibunya, Coral yang berbulu mata lentik tanpa sepuhan maskara :)

Mungkin ini ide gila. Masih ada hubungannya dengan laut. Karena aku tidak bisa berenang, tapi nekatnya aku ingin menikah dibawah laut, diantara terumbu-terumbu yang melambai indah. Disaksikan oleh ikan-ikan dari balik karang. Dan karena, sekali lagi, aku tidak bisa berenang, maka ada yang akan memegangiku, orang yang kelak akan menjadi suamiku. Setidaknya aku merasa aman tanpa pelampung :)




Keduanya hanya bagian dari mimpiku yang bisa atau tidak diwujudkan, semuanya akan tetap ada di benak terdalam. Rupanya aku terkena euforia Kamis minggu ini, aku hanya tidak sabar akan menyambangi kediaman Nemo, si kecil yang gigih berjuang walau siripnya abnormal. Nemo pasti bisa! Nemo kita segera berjumpa! :)

Tidak ada komentar: