Di mulut pantai itu kau mengucapkan angan-angan. Sebuah harapan datangnya esok yang belum tertebak. Perlahan kau menuju kedalaman airnya, kau isyaratkan sebuah aksara cinta. Kau tiupkan namaku disela gemuruh angin.
Kaosmu yang sudah basah sebagian. Bayanganmu yang lurus ditempa matahari. Lalu kau duduk diatas karang itu. Berpose lucu dengan ekspresi yang datar. Aku menertawakanmu, tapi hatiku tersenyum dan hendak menangis menakuti prasangka yang sering muncul.
Jangan sampai kau hapus dirimu dari hati ini, seperti pelukis yang sesuka hati melapisi warna demi warna diatas kanvas, kemudian tak menghiraukannya lagi.
Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kamu. Tampilkan semua postingan
Minggu, April 8
Minggu, Maret 18
Mulai Gila
Ini ketiga kalinya aku berada diruang tunggu menanti prosesi besi bersayap itu selesai dan siap disinggahi. Aku mendapatkan kesempatan ini lagi, dari keempat keluargaku baru aku yang memecahkan rekor menyinggahi langit tinggi.
Aku terbang dan awan masih saja mengukir namamu.
Terawangan mataku menangkap sosokmu lagi. Pikiran ini tidak henti terhiaskan wujudmu yang sempurna. Seketika senyum hinggap dan enggan lagi pergi. Aku sempat sebal tadi, tatkala kau ternyata tidak turun mengantar hingga batas toleran, tapi, ah siapa yang tahan.
Mungkin aku membuat semua wanita di dunia ini gemas. Ingin meremasku sampai berubah jadi abu. Mereka ingin merebutmu dari salah satu kebahagiaanku. Hihi. Aku geli sendiri. Masih kuingat tawa yang secara tak sadar lepas kendali ketika kau bercerita perihal banyaknya wanita disekelilingmu. Dan dari situlah timbul pertanyaan yang sewajarnya aku pikirkan, mengapa akhirnya kau menambatkannya padaku? Hmm, aku lihat wanita lainnya begitu berbeda denganku. Eh, aku tidak suka dibanding-bandingkan memang, tapi aku sangat menyukai bila aku yang membandingkan diriku sendiri dengan mereka. Hahahaha!
Aku tak mau berkelit. Ya, hingga kini aku cinta mati padamu! Hahahaha. Sudah, lama-lama aku bisa gila, gila karena mencoba belajar berkelit dengan sempurna setelah aku menuliskan semua ini. Selamat menikmati.
Aku terbang dan awan masih saja mengukir namamu.
Langganan:
Postingan (Atom)